LAPORAN PRAKTIKUM

MIKRIBIOLOGI-VIROLOGI

 

Disusun oleh :

Masnelli Masri

Muharindi Nurlia

Risa Luvita Octaviani

Rizki Kurniawan

Siti Jamilah

Hery Herwanto

 

Kelompok : 1

Kelas : 3C

 

 

 

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA

JAKARTA

2010

 

 

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr, Wb.

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya.

Dengan segala kerendahan hati, kami menyusun laporan praktikum ini. Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas kelompok dalam mata kuliah “Praktikum Mikrobiologi”. Dengan selesainya laporan ini kami tidak lupa mengucapkan terimikasih kepada:Dosen pembimbing praktikum mikrobiologi, yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan sehingga terselesainya laporan ini. Serta teman-teman yang ikut serta membantu dalam proses penyelesaian laporan ini.

Kami menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini belum sempurna, untuk itu kritik, saran, dan ide-ide yang sifatnya membangun sangat diharapkan guna kesempurnaan penyusunan yang akan datang. Harapan kami semoga laporan ini dapat berguna dan dapat menambah wawasan bagi pembaca.

Wassalamualaikum Wr, Wb.

 

 

Jakarta,01 November 2010

 

Penyusun

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG

Mikroorganisme dapat diperoleh dari lingkungan air, tanah, udara, suubstrat yang berupa bahan pangan, tanaman dan hewan. Jenis mikroorganismenya dapat berupa bakteri, khamir, kapng dan sebagainya. Populasi dari mikroba yang ada di linkungan ini sangatlah beraneka ragam sehinga dalam mengisolasi diperlukan beberapa tahap penanaman sehingga berhasil diperoleh koloni yang tunggal. Koloni yang tunggal ini kemudian yang akan diperbanyak untuk suatu tujuan penelitian misalnya untuk menngisolasi DNA mikroba yang dapat mendeteksi mikroba yang telah resisten terhadap suatu antibiotik. Atau untuk mengetahui mikroba yang dipakai untuk bioremediasi holokarbon.

Mikroroganisme di alam terdapat dalam bentuk kumpulan sel yang disebut koloni. Untuk mempelajari pembiakan organisme tersebut kita harus mempelajari teknik isolasi ( seely dan van de mark, 1926 : 13 ).  Isolasi adalah suatu teknik yang dipergunakan utnuk memisahkan suatu koloni dari biakan campuran.

 

  1. TUJUAN
    1. Untuk mengetahui pertumbuhan mikroorganisme
    2. Untuk mengetahui teknik isolasi
    3. Untuk mengetahui teknik pengambilan sampel tanah.
    4. Untuk mengetahui isolasi dengan cara pengenceran :
      1. Tknik preparasi suspensi ; swab ( ulas ) , rinbse ( bilas ), maseration ( pengancuran).
      2. Teknik pengenceran bertingkat
      3. Teknik penamaan, metode gores ( sinambung, T, kuadran ), tuang, sebar.
  2. Untuk mengetahui parameter pengamatan morfologi koloni bakteri.

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

  1. 1.      Definisi

Populasi mikroorganisme yang ada di alam sekitar kita ini sangatlah besar dan cukup kompleks. Beratus spesies mikroba menguasai setiap bagian tubuh kita. Mereka terdapat dalam jumlah yang cukup basar. Sebagai contoh, sekali kita bersin dapat mnebarkan beribu- ribu mikroorganisme. Satu gram tinja dapat mengandung jutaan bakteri. Alam di sekitar kita, baik itu tanah, air, maupunudara juga dihuni oleh kumpulan mikroorganisme.Penelitian yang layak mengenai mikroorganisme dalam berbagai habitat ini memerlukan teknik untuk memisahkan populasi campuran yang rumit ini, atau yang biasanya dikenal dengan istilah biakan campuran, menjadi spsies yang berbeda- beda yang bikenal dengan istilah biakan murni. Biakan murni in teerdiri dari satu populasi sel yang semuanya berasal dari satu sel induk (Pelczar, 1986).

Pemindahan bakteri dari medium lama ke medium yang baru atau yang dikenal dengan istilah inokulasi bakteri ini memerluakn banyak ketelitian. Terlebih dahulu kita harus mengusahakan agar semua alat- alat yang akan digunakan untuk pengerjaan medium dan pengerjaan inokulasi benar- benar steril. Hal ini untuk menghindari terjadinya kkontaminasi, yaitu masuknya mikrooba lain yang tidak diinginkan sehingga biakan yang tumbuh di dalam medium adalah benar- benar biakan murni.

  1. 2.      Cara-cara Menyendirikan Species

Untuk menyendirikan suatu spesies dikenal beberapa cara, yaitu :

1)      Dengan pengenceran

2)      Dengan penuangan

3)      Metode Untuk Menanam Biakan Didalam Medium

Ada beberapa metode yang biasanya dilakukan untuk menanam biakan di dalam medium diantaranya adalah :

  1. Metode  Cawan Gores

Metode ini mempunyai dua keuntungan yaitu menghemat bahan dan waktu. Namun untuk memperoleh hasil yang baik diperlukan keterampilan yang lumayan yang biasanya diperoleh dari pengalaman. Metode cawan gores yang dilakukan dengan baik kebanyakan akan menyebabkan terisolasinya mikroorganisme yang diinginkan. Dua macam kesalahan yang umum sekali dilakukan adalah tidak memanfaatkan permukaan medium dengan sebaik- baiknya untuk digores sehingga pengenceran mikroorganisme menjafi kurang lanjut dan cenderung untuk menggunakan inokulum terlalu banyak sehingga menyulitkan pemisahan sel- sel yang digores.

 

  1. Metode Cawan Tuang

Metode ini memboroskan waktu dan bahan namun tidak memerlukan keterampilan yang terlalu tinggi. Proses pemisahan/pemurnian dari mikroorganisme lain perlu dilakukan karena semua pekerjaan mikrobiologis, misalnya telaah dan identifikasi mikroorganisme, memerlukan suatu populasi yang hanya terdiri dari satu macam mikroorganisme saja. Teknik tersebut dikenal dengan Isolasai Mikroba.

4)   Cara Mengisolasi Mikroba

Terdapat berbagai cara mengisolasi mikroba, yaitu :

a)      Isolasi Pada Agar Cawan

b)      Isolasi Pada Medium Cair

c)      Isolasi Sel Tunggal

5)      Teknik Pengambilan Sampel

Sebelum melakukan isolasi terlebih dahulu dilakukan pengambilan sampel. Berikut merupakan prosedur pengambilan sampel:

 

1. Sampel tanah

Jika mikroorganisme yang diinginkan kemungkinan berada di dalam tanah, maka cara pengambilannya disesuaikan dengan tujuan dan kebutuhan. Misal jika yang diinginkan mikroorganisma rhizosfer maka sampel diambil dari sekitar perakaran dekat permukaan hingga ujung perakaran.

2. Sampel air

Pengambilan sampel air bergantung kepada keadaan air itu sendiri. Jika beerasal dari air sungai yang mengalir maka botol dicelupkan miring dengan bibir botol melawan arus air. Bila pengambilan sampel dilakukan pada air yang tenang, botol dapat dicelupkan dengan tali, jika ingin mengambil sampel dari air keran maka sebelumya keran dialirkan dulu beberapa saat dan mulut kran dibakar.

 

 

 

 

Isolasi Dengan Cara Pengenceran (Dilution)

1)      Teknik Preparasi Suspensi

Sampel yang telah diambil kemudian disuspensikan dalam akuades steril. Tujuan dari teknik ini pada prinsipnya adalah melarutkan atau melepaskan mikroba dari substratnya ke dalam air sehingga lebih mudah penanganannya. Macam-macam preparsi bergantung kepada bentuk sampel :

a. Swab (ulas), dilakukan menggunakan cotton bud steril pada sampel yang memiliki permukaan luas dan pada umumnya sulit dipindahkan atau sesuatu pada benda tersebut. Contohnya adalah meja, batu, batang kayu dll. Caranya dengan mengusapkan cotton bud memutar sehingga seluruh permukaan kapas dari cotton bud kontak dengan permukaan sampel. Swab akan lebih baik jika cotton bud dicelupkan terlebih dahulu ke dalam larutan atraktan semisal pepton water.

b. Rinse (bilas) ditujukan untuk melarutkan sel-sel mikroba yang menempel pada permukaan substrat yang luas tapi relatif berukuran kecil, misalnya daun bunga dll. Rinse merupakan prosedur kerja dengan mencelupkan sampel ke dalam akuades dengan perbandingan 1 : 9 (w/v). Contohnya sampel daun diambil dan ditimbang 5 g kemudian dibilas dengan akuades 45 ml yang terdapat dalam beaker glass.

c. Maseration (pengancuran), sampel yang berbentuk padat dapat ditumbuk dengan mortar dan pestle sehingga mikroba yang ada dipermukaan atau di dalam dapat terlepas kemudian dilarutkan ke dalam air. Contoh sampelnya antar alain bakso, biji, buah dll. Perbandingan antar berat sampel dengan pengenceran pertama adalah 1 : 9 (w/v). Unutk sampel dari tanh tak perlu dimaserasi

 

2)      Teknik Pengenceran Bertingkat

Tujuan dari pengenceran bertingkat yaitu memperkecil atau mengurangi jumlah mikroba yang tersuspensi dalam cairan. Penentuan besarnya atau banyaknya tingkat pengenceran tergantung kepada perkiraan jumlah mikroba dalam sampel. Digunakan perbandingan 1 : 9 untuk sampel dan pengenceran pertama dan selanjutnya, sehingga pengenceran berikutnya mengandung 1/10 sel mikroorganisma dari pengenceran sebelumnya.

3)      Teknik Penanaman

a. Teknik penanaman dari suspensi

Teknik penanaman ini merupakan lajutan dari pengenceran bertingkat. Pengambilan suspensi dapat diambil dari pengenceran mana saja tapi biasanya untuk tujuan isolasi (mendapatkan koloni tunggal) diambil beberapa tabung pengenceran  terakhir.

  1. A.    Spread Plate (agar tabur ulas)

Spread plate adalah teknik menanam dengan menyebarkan suspensi bakteri di permukaan agar diperoleh kultur murni.

  1. B.     Pour Plate (agar tuang)

Teknik ini memerlukan agar yang belum padat (>45oC) untuk dituang bersama suspensi bakteri ke dalam cawan petri lalu kemudian dihomogenkan dan dibiarkan memadat. Hal ini akan menyebarkan sel-sel bakteri tidak hanya pada permukaan agar saja melainkan sel terendam agar (di dalam agar) sehingga terdapat sel yang tumbuh dipermukaan agar yang kaya O2 dan ada yang tumbuh di dalam agar yang tidak banyak begitu banyak mengandung oksigen.

  1. C.    Teknik Penanaman dengan Goresan (Streak)

Bertujuan untuk mengisolasi mikroorganisme dari campurannya atau meremajakan kultur ke dalam medium baru.

a)       Goresan Sinambung

Goresan sinambung umumnya digunakan bukan untuk mendapatkan koloni tunggal, melainkan untuk peremajaan ke cawan atau medium baru.

b)     Goresan T

Cara kerja :

1)      Bagi cawan menjadi 3 bagian menggunakan spidol marker.

2)       Inokulasi daerah 1 dengan streak zig-zag.

3)      Panaskan jarum inokulan dan tunggu dingin, kemudian lanjutkan streak zig-zag pada daerah 2 (streak pada gambar). Cawan diputar untuk memperoleh goresan yang sempurna.

4)         Lakukan hal yang sama pada daerah 3.

 

c)      Goresan Kuadran (Streak quadrant)

Cara kerja :

Hampir sama dengan goresan T, namun berpola goresan yang berbeda yaitu dibagi empat. Daerah 1 merupakan goresan awal sehingga masih mengandung banyak sel mikroorganisma.Goresan selanjutnya dipotongkan atau disilangkan dari goresan pertama sehingga jumlah semakin sedikit dan akhirnya terpisah-pisah menjadi koloni tunggal.

Cara Kerja Isolasi Jamur dari Tanah :

`Proses isolasi mikroorganisme. Transfer biakan. Isolasi mikroorganisme merupakan rangkaian cara yang dilakukan untuk memisahkan mikroorganisme dari lingkungan sekitar. Hasil dari isolasi adalah biakan yang hanya terdiri dari satu spesies mikroorganisme. Biakan murni merupakan biakan yang setiap koloni mikroorganisme hanya memiliki satu jenis mikroorganisme.

Substrat mikroorganisme dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu substrat padat dan substrat cair. Isolasi mikroorganisme dari substrat padat dilakukan dengan metode tabur dan suspensi. Metode isolasi pada substrat cair adalah metode sebar dan metode tuang.

Transfer biakan dilakukan atas dasar teknik aseptis. Alat dan metode yang digunakan tergantung dari tipe mikroorganisme. Transfer biakan pada ada dua macam, yaitu metode stab dan streak. Metode stab dilakukan dengan jarum tanam lancip, sedangkan metode streak dilakukan dengan jarum ose pada medium padat. Metode stab dilakukan dengan cara menusukkan ujung jarum tanam lancip yang telah ada mikroorganisme pada sepertiga bagian atas medium tegak. Metode streak dilakukan dengan mengoleskan ujung jarum ose secara zig-zag pada medium.

PertumbuhanMikroba

Mikroba merupakan mikroorganisme yang perlu diketahui kemampuannya untuk tumbuh dan hidup sebab beberapa di antaranya sering dimanfaatkan untuk keperluan penelitian.Sampai sekarang ini perkembangan ilmu pengetahuan terus menggali potensi apa yang terdapat di dalam mikriba, oleh karena itu perlu diketahui seluk beluk dari mikroba itu sendiri.Salah satunya yaitu factor- factor apa saja yang dapat mempengaruhi pertumbuhannya. Setiap mikrioba memiliki karakteristik kondisi pertumbuhan yang berbeda- beda Pertumbuhan bakteri pada kondisi yang optimum lebih cepat jika dibandingkan dengan jamur dan kaoang. Hal ini disebabkan karena bakteri memiliki struktur sel yang lebih sederhana, sehingga sebagian besar bakteri memiliki waktu generasi hanya sekitar 20 menit jika dibandingkan dengan khamir dan kapang yang struktur selnya lebih rumit dan waktu generasinya yang cukup lama.
Faktor- faktor yang mempegearuhi pertumbuhan mikroba antara lain :

  1. pH

Kebanyakan mikroba tumbuh baik pada pH sekitar netral dan pH 4,6 –7,0 merupakan kondisi optimum untuk pertumbuhan bakteri,sedangkan kapang dan khamir tumbuh pada pH yang lebih rendah.

  1. Suhu
    Suhu merupakan salah satu factor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan mikroba. Setiap mikroba mempunyai kisaran suhu dan suhu optimum tertentu untuk pertumbuhannya.

    1. Nutrient

Mikroba sama dengan makhluk hidup lainnya, memerlukan suplai nutrisi sebagai sumber energi dan pertumbuhan selnya. Unsur-unsur dasar tersebut adalah karbon, nitrogen, hidrogen, oksigen, sulfur, fosfor, zat besi dan sejumlah kecil logam lainnya. Ketiadaan atau kekurangan sumber-sumber nutrisi ini dapat mempengaruhi pertumbuhan mikroba. Hingga pada akhirnya dapat menyebabkan kematian.

  1. Oksigen

Mikroba mempunyai kebutuhan oksigen yang berbeda-beda untuk pertumbuhannya. Berdasarkan kebutuhannya akan oksigen, mikroba dibedakan atas 4 kelompok sbb:

  1. Aerob, yaitu mikroba yang membutuhkan oksigen untuk pertumbuhannya.
  2. Anaerob, yaitu mikroba yang tumbuh tanpa membutuhkan oksigen.
  3. Anaerob fakultatif, yaitu mikroba yang dapat tumbuh dengan atau tanpa adanya oksigen.
  4. Mikroaerofil, yaitu mikroba yang membutuhkan oksigen pada konsentrasi yang lebih rendah daripada konsentrasi oksigen yang normal di udara.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

 

 

  1. A.    Alat dan Bahan

1)      Alat

  1. Beaker glass
  2. Batang pengaduk
  3. Tabung Reaksi
  4. Cawan Petri
  5. Pembakar Bunsen
    1. Wrap
    2. Kapas
    3. Plastic wrapping
    4. Alumunium foil
    5. Vortex mixer
    6. Cutton bud
    7. Jarum transfer
    8. Incubator

2)      Bahan

  1. Tanah
  2. Aquadest
  3. Alkohol
  4. Media agar
  5. Rambut
  6. B.     Prosedur  Kerja
  7. Isolasi mikroorganisme dari udara dan lingkungan
    1. Cairkan medium agar tegak dalam penangas air.
    2. Dinginkan sampai suhu 50°C, hal ini dapat diperkirakan dengan menyentuh pada telapak tangan kita.
    3. Tuang agar cair tersebut kedalam cawan petri steril secara aseptis.
    4. Ratakan agar dengan memutar cawan petri membentuk profil angka delapan dan jangan tunggu sampai agar mengental.
    5. Dinginkan, setelah padat inokulasi dengan sumber mikroorganisme yang kita inginkan.
    6. Dari lingkungan udara : buka tutup cawan petri selama 5 menit kemudian tutup kembali. Dari nafas : buka tutup cawan petri secukupnya kemudian hembuskan aliran udara kedalamnya.
    7. Dari lingkungan : ambil cutton bud secara aseptis, celupkan pada aquadest steril selama 1 menit, gosokkan pada setiap sumber lingkungan (rambut, kulit, tangan, kaki, meja, tas, dan lain-lain) yang kita inginkan, kemudian goreskan cutton bud tersebut diatas permukaan agar, secara aseptis. Inkubasi 24-48 jam.
    8. Pengamatan terhadap pertumbuhan mikroorganisme dilakukan dengan melihat ada tidaknya koloni yang tumbuh diatas medium.
    9. Isolasi Bakteri Dari Sampel Tanah
      1. Timbang tanah 1 gram.
      2. Tanah seberat 1 gram dimasukkan kedalam aquadest steril 9ml (tabung pengenceran 10-1 secara aseptis dan divortex, lalu ambil 1ml larutan masukkan kedalam 9ml aquadest steril ( pengenceran 10-2 ) dan selanjutnya dilakukan pengenceran bertingkat sampai 10-7 .
      3. Dari masing-masing 3 pengenceran terakhir diambil 0,1ml untuk ditanam secara spread plate pada medium petri PDA dan NA.
      4. Inkubasi pada suhu 37°C selama 24-48 jam.
      5. Koloni akan tumbuh pada ketiga cawan tersebut kemudian pilih koloni yang relative dari koloni lain dan koloni yang mudah dikenali.
      6. Koloni yang terpilih kemudian ditumbuhkan atau dimurnikan ke NA dan PDA baru dengan teknik streak methode.
      7. Inkubasi selama 24-48 jam pada suhu 37°C.

 

 

  1. Morfologi Koloni Bakteri
    1. Gunakan kultur cawan yang mempunyai koloni tunggal yang terpisah dari kelompoknya. Pilih koloni terbesar untuk menentukan bentuk, kromogenesis, dan bau koloni.
    2. Gunakan mikroskop stereoskopik untuk melihat detailnya. Letakan cawan di meja preparat dengan cover masih tertutup. Gunakan perbesaran yang paling baik untuk mengamati elevasi, permukaan, kekeruhan, ukuran dan tepi koloni.
    3. Untuk menentukan konsistensi koloni, diperlukan jarum inokulum atau tusuk gigi steril untuk mengambil koloni dan diamati konsistensi koloni saat jarum terangkat dari medium agar.
    4. Untuk menentukan emulsifibility, koloni disuspensikan dalam air atau larutan garam fisilogis dalam sebuah tabung reaksi. Diamati bagaimana koloni tersebut bercampur dalam air atau garam fisiologis, apakah mudah larut, menjadi emulsi, menjadi suspense atau tidak sama sekali. Atau dapat dengan cara : ambil koloni dengan jarum, celupkan kedalam tabung yang mengandung air atau garam fisiologis, kemudian sebarkan dipermukaan gelas. Amati apakah koloni akan menjadi suspense atau menjadi masa bakteri yang tidak larut dan akan mengapung di air.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

  1. A.    HASIL

Dari  hasil praktikum yang dilakukan didapatkan hasil sebagai berikut:

1)      Isolasi mikroorganisme dari udara dan lingkungan

No.

Sumber

Bakteri

Jamur

Keterangan

1. Lingkungan Udara

ü   

Jumlah banyak, transparan, dan terdapat kontaminasi
2. Nafas Manusia

ü   

Jumlah banyak, transparan
3. Lingkungan

 

 

 
 
  1. Rambut

ü   

ü   

Bakteri : jumlah banyak

Kapang : jumlah satu

 
  1. Kulit

ü   

Jumlah banyak
 
  1. Tangan

 
  1. Kaki

 
  1. Meja

 
  1. Tas

 

 

2)      Isolasi bakteri dari sampel tanah

Sumber isolat

Intensitas

Pertumbuhan

Jenis

Mikroorganisme

Ket.

Cawan 10-5

29

   
Cawan 10-6

15

  Kontaminasi
Cawan 10-7

<30

   
 

   

 

3)      Morfologi koloni bakteri

No.

Pengamatan

Bakteri 1

Bakteri 2

1. Bentuk koloni Bulat Bulat
2. Ukuran koloni

3. Pigmentasi koloni Transparan Transparan
4. Elevasi koloni Datar Datar
5. Tepi koloni Halus Halus
6. Permukaan koloni Halus Halus
7. Konsistensi koloni Lendir,tidak

Lengket

Lendir, tidak lengket
8. Emulsifibilitas koloni Teremulsi Teremulsi
9. Bau koloni Busuk Busuk

 

 

 

Gambar :

  

 

 

 

s

 

 

  1. B.     PEMBAHASAN

Populasi mikroorganisme yang ada di alam sekitar kita ini ssangatlah besar dan cukup kompleks. Beratus spesies mikroba menguasai setiap bagian tubuh kita. Mereka terdapat dalam jumlah yang cukup basar. Sebagai contoh, sekali kita bersin dapat mnebarkan beribu- ribu mikroorganisme. Satu gram tinja dapat mengandung jutaan bakteri. Alam di sekitar kita, baik itu tanah, air, maupun udara juga dihuni oleh kumpulan mikroorganisme.

Pemindahan bakteri dari medium lama ke medium yang baru atau yang dikenal dengan istilah inokulasi bakteri ini memerluakn banyak ketelitian. Terlebih dahulu kita harus mengusahakan agar semua alat- alat yang akan digunakan untuk pengerjaan medium dan pengerjaan inokulasi benar- benar steril. Hal ini untuk menghindari terjadinya kkontaminasi, yaitu masuknya mikrooba lain yang tidak diinginkan sehingga biakan yang tumbuh di dalam medium adalah benar- benar biakan murni (Dwidjoseputro, 1990).

Untuk menyendirikan suatu spesies dikenal beberapa cara, yaitu (Dwidjoseputro,1990) :
1. Degan pengenceran

2. Dengan penuangan

Ada beberapa metode yang biasanya dilakukan untuk menanam biakan di dalam medium diantaranya adalah (Lay, 1994) :

  1. Metode cawan gores

Metode ini mempunyai dua keuntungan yaitu menghemat bahan dan waktu. Namun untuk memperoleh hasil yang baik diperlukan keterampilan yang lumayan yang biasanya diperoleh dari pengalaman. Metode cawan gores yang dilakukan dengan baik kebanyakan akan menyebabkan terisolasinya mikroorganisme yang diinginkan.

  1. Metode cawan tuang

Metode ini memboroskan waktu dan bahan namun tidak memerlukan keterampilan yang terlalu tinggi.

Pada praktikum ini metode yang digunakan adalah metode zigzag. Karena pada metode ini hasil miktoba dapat terlihat dengan jelas.

Dalam praktikum mikrobiologi digunakan 2 sampel yaitu yang berasal dari tanah dan yang berasal dari lingkungan.

  1. Isolasi mikroba dilingkungan sekitar kita

`     Pada percobaan isolasi mikroba di sekitar kita, digunakan medium NA (Nutrient Agar) dengan mengisolasi mikroba yang berasal dari lingkungan udara, nafas manusia, rambut . Setelah melakukan pengerjaan dan di inkubasi selama 24- 28 jam di inkubator, diperoleh hasil bahwa cawan petri yang berisi mikroba dari rambut  berjumlah     koloni. Warna koloni putih dan berwarna warni.Cawan petri yang berisi mikroba dari lingkungan udara berjumlah koloni memiliki koloni yaitu filamentous. Warna kedua koloni putih.

2. Isolasi mikroba dari tanah

Pada percobaan isolasi mikroba dari tanah, dilakukan dengan metode zigzag . Setelah melakukan pengerjaan dan diinkubasi selama 24- 48 jam di inkubator,Isolasi mikroba dengan metode zigzag, bakteri yang berkoloni jumlahnya tidak bisa untuk dihitung (TBUD), bentuk bakteri,tepi, serta permukaannya tidak jelas. Sedangkan warna bakteri putih.

Cara menghitung mikroba

Plate count / viable count didasarkan pada asumsi bahwa setiap sel mikroorganisme hidup dalam suspensi akan tumbuh menjadi satu koloni setelah ditumbuhkan dalam media pertumbuhan dan lingkungan yang sesuai. Setelah diinkubasi, jumlah koloni yang tumbuh dihitung dan merupakan perkiraan atau dugaan dari jumlah mikroorganisme dalam suspensi tersebut.

Koloni yang tumbuh tidak selalu berasal dari satu sel mikroorganisme karena beberapa mikroorganisme tertentu cenderung membentuk kelompok atau berantai. Berdasarkan hal tersebut digunakan istilah Coloni Forming Units (CFU’s) per ml. koloni yang tumbuh berasal dari suspensi yang diperoleh menggunakan pengenceran bertingkat dari sebuah sampel yang ingin diketahui jumlah bakterinya.

Syarat koloni yang ditentukan untuk dihitung adalah sebagai berikut “

  1.  Satu koloni dihitung 1 koloni.
  2. Dua koloni yang bertumpuk dihitung 1 koloni.
  3.  Beberapa koloni yang berhubungan dihitung 1 koloni.
  4. Dua koloni yang berhimpitan dan masih dapat dibedakan dihitung 2 koloni.
  5.  Koloni yang terlalu besar (lebih besar dari setengah luas cawan) tidah dihitung.
  6. Koloni yang besarnya kurang dari setengah luas cawan dihitung 1 koloni.s

 

 

 

Hal-hal penting yang harus dipikirkan matang sebelum menganalisa sampel untuk diketahui jumlah mikroorganismenya adalah:

  1. Memperkirakan jumlah mikroorganisme yang ada dalam sampel per satuan volum.
  2. Memilih metode yang cocok sehingga dihasilkan data yang akurat.
  3. Mengetahui jenis/golongan mikroorganisme yang akan dihitung, misalnya bermaksud akan menghitung yeast, bakteri, atau bakteri genus tertentu saja.
  4. Menentukan media pertumbuhan yang cocok.
  5. Benar-benar mengetahui perbedaan morfologi koloni antara bakteri, yeast dan molds.
  6. Mencari tahu standar/ batas ambang/ jumlah maksimum aman jika sample yang dianalisa memerlukan referensi tersebut.
  7. Memperkirakan jumlah sampel (volum/berat) yang perlu ditampung pada saat pengambilan sampel yang disesuaikan dengan sample size dari metode tertentu.

 

Jika didapat jumlah koloni kurang dari 30 maka:

Kesalahan statistik tinggi.Sangat sensitif terhadap kontaminan (jumlah bakteri kontaminan yang tidak sengajamasuk,besar pengaruhnya terhadap jumlah akhir koloni per cawan).Membutuhkan kerja aseptis yang lebih teliti.

Dari hasil praktikum yang telah dilakukan yaitu isolasi organism dari udara dan lingkungan (rambut) di temukan 29 mikroorganisme yang tumbuh pada cawan 10-5, 15 ditemukan pada cawan 10-6, dan <30 pada cawan 10-7.

Morfologi koloni bakteri yang kami temukan berbentuk bulat, elevasi koloni datar, tepi koloni halus, konsistensi koloni berlendir namun tidak lengket, emulsifibilitas koloni teremulsi , serta ditemukan bahwa koloni tersebut bau menyengat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengamatan, dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Isolasi dengan cara pengenceran dibagi menjadi 3 tehnik, yaitu tehnik preparasi suspensi, tehnik pengenceran bertingkat, dan tehnik penanaman.
  2. Mikroorganisme dibiakkan dilaboratorium pada bahan nutrien yang disebut medium. Isolasi bakteri artinya memisahkan satu jenis bakteri dari biakkan campuran menjadi biakan murni yaitu biakkan yang hanya terdiri dari satu jenis mikrorganisme. Untuk mendapatkan biakkan murni dan biakkan campuran dengan cara mengisolasi dan biakkan campuran. Biakkan murni tersebut dikatakan berhasil jika mikroba yang diisolasi sama dengan aslinya baik warna/ciri-ciri yang lainnya.
  3. Syarat koloni yang ditentukan untuk dihitung adalah sebagai berikut:
  1. Satu koloni dihitung 1 koloni.
  2. Dua koloni yang bertumpuk dihitung 1 koloni.
  3.  Beberapa koloni yang berhubungan dihitung 1 koloni.
  4. Dua koloni yang berhimpitan dan masih dapat dibedakan dihitung 2 koloni.
  5.  Koloni yang terlalu besar (lebih besar dari setengah luas cawan) tidah dihitung.
  6. Dari hasil praktikum yang telah dilakukan yaitu isolasi organism dari udara dan lingkungan (rambut) di temukan 29 mikroorganisme yang tumbuh pada cawan 10-5, 15 ditemukan pada cawan 10-6, dan <30 pada cawan 10-7.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Dwidjoseputro, D. 1994. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Djambatan, Jakarta.
Hadioetomo, R.S. 1993. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. Gramedia, Jakarta.

http://kumpulanblogger.com

Lay, B., 1994, Analisis Mikroba di Laboratorium, Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Lim,D. 1998. Microbiology, 2nd Edition. McGrow-hill book, New york.

Mila Ermila, 2005, Penuntun Praktikum Mikrobiologi.

Suriawiria, U. 2005. Mikrobiologi Dasar. Papas Sinar Sinanti, Jakarta.

Volk, dan Wheeler,1993 . Mikrobiologi Dasar Jilid 1.

Jakarta.